MAHATVA.ID — Dewan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Jakarta Timur menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2025 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Kamis (23/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 17.00 WIB ini dihadiri 50 pengusaha, terdiri dari 40 anggota aktif HIPPI Jakarta Timur dan 15 sponsor dari kalangan pengusaha riil. Rakercab menjadi forum strategis bagi para pengusaha pribumi untuk mengidentifikasi peluang bisnis potensial di wilayah Jakarta Timur.
Turut hadir dalam acara ini sejumlah tokoh penting, antara lain Ndinta Herry Pramana (Ketua Umum Kadin Jakarta Timur), Uchy Hardiman (Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta), serta Gatot Setyawan (PLT Bidang Perekonomian mewakili Wali Kota Jakarta Timur).
Uchy Hardiman: Jakarta Timur Tanah Peluang yang Subur bagi Pengusaha Pribumi
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Uchy Hardiman, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus dan anggota DPC HIPPI Jakarta Timur atas suksesnya penyelenggaraan Rakercab 2025.
“Kehadiran 50 pengusaha hari ini adalah bukti nyata bahwa semangat kewirausahaan pribumi di Jakarta Timur sangat tinggi dan patut disyukuri bersama,” ujar Uchy.
Ia menyoroti potensi besar Jakarta Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di DKI Jakarta. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada Triwulan II-2025 mencapai 5,09 persen, dengan PDRB per kapita Rp204,34 juta per tahun.
Lima sektor utama penyumbang ekonomi Jakarta Timur yakni:
- Industri pengolahan (26,73%)
- Perdagangan dan reparasi mobil/motor (18,21%)
- Konstruksi (10,34%)
- Transportasi dan pergudangan (6,82%)
- Sektor jasa lainnya.
“Fondasi ekonomi ini sangat kokoh dan memberikan peluang bisnis luas bagi pengusaha pribumi,” tegas Uchy.
Tujuh Sektor Bisnis Prospektif di Jakarta Timur
Uchy Hardiman juga memaparkan tujuh sektor bisnis yang paling prospektif untuk dikembangkan oleh pengusaha pribumi di Jakarta Timur berdasarkan riset DPD HIPPI DKI Jakarta:
- Kuliner dan F&B. Kawasan Condet, Jatinegara, dan Banjir Kanal Timur menjadi magnet bisnis kuliner, dari restoran modern hingga warung tradisional.
- Properti dan Real Estate. Harga tanah masih kompetitif dengan pertumbuhan mencapai 3,48% per kuartal, membuka peluang pengembangan perumahan hijau, apartemen, dan ruko komersial.
- Teknologi Digital dan Startup. Keberadaan kampus besar seperti UNJ dan UKI menghadirkan talenta muda yang siap mengembangkan aplikasi, e-commerce, dan fintech lokal.
- Jasa Laundry dan Kebersihan. Tingginya aktivitas urban mendorong permintaan jasa laundry kiloan, self-service, serta layanan kebersihan rumah dan kantor.
- Pendidikan dan Pelatihan. Peluang besar untuk membuka kursus, pelatihan keterampilan, dan konsultasi pendidikan di tengah kesadaran masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
- Kesehatan dan Kebugaran. Klinik, apotek, pusat kebugaran, dan wellness center menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin sadar kesehatan.
- Logistik dan Ekspedisi. Posisi Jakarta Timur yang strategis dengan kawasan industri Pulogadung, akses LRT, dan jaringan tol membuka peluang besar bagi bisnis logistik dan ekspedisi e-commerce.
UMKM Jadi Tulang Punggung HIPPI DKI Jakarta
Uchy menegaskan, 95 persen anggota HIPPI DKI Jakarta adalah pelaku UMKM yang menjadi penggerak utama ekonomi riil.
DPD HIPPI DKI Jakarta saat ini memiliki lebih dari 1.200 anggota biasa, 500 anggota UMKM, dan 30 anggota luar biasa yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Kami berkomitmen memberikan pelatihan digitalisasi, pendampingan akses permodalan, dan fasilitasi pemasaran agar produk UMKM kita mampu bersaing hingga ke pasar ekspor,” ujar Uchy.
Ajakan untuk Berani Berinovasi dan Berkolaborasi
Menutup sambutannya, Uchy memberikan motivasi kepada seluruh peserta Rakercab:
“Jakarta Timur adalah tanah peluang yang subur. Kita punya semua modal — SDM, infrastruktur, pasar, dan dukungan organisasi. Mari kita wujudkan Jakarta Timur sebagai pusat bisnis modern, inklusif, dan berkelanjutan. Bersama HIPPI, kita tidak hanya membangun bisnis, tapi juga masa depan bangsa.”
Rakercab DPC HIPPI Jakarta Timur 2025 pun ditutup dengan semangat kolaborasi dan harapan besar agar tujuh rekomendasi bisnis prospektif tersebut menjadi panduan strategis bagi para pengusaha pribumi untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi perekonomian nasional.